Wednesday, September 29, 2021

7 Negara Pulau Terancam 'Hilang' karena Perubahan Iklim

Ilustrasi negara pulau. (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Vanuatu baru-baru ini mendesak dunia lebih serius menangani perubahan iklim demi melindungi warganya yang terancam tenggelam karena kenaikan air laut akibat pemanasan global.

Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ke-76, Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman, mengatakan perubahan iklim merupakan ancaman terbesar negaranya dan negara pulau lain di dunia.

Berikut sejumlah negara kepulauan selain Vanuatu yang juga terancam tenggelam akibat pemanasan global:
1. Kepulauan Solomon
Kepulauan Solomon adalah sebuah negara Pasifik yang terletak di bagian tenggara Papua Nugini. Dianggap sebagai 'Amazon of the Seas', wilayah negara ini mencakup berbagai atol atau pulau yang terbentuk dari karang yang menonjol di atas permukaan laut.

Tak hanya itu negara dengan 686 ribu penduduk itu memiliki keanekaragaman laut dunia yang beragam, dilansir World Bank.

Melansir laporan Surat Penelitian Lingkungan, ada lima pulau karang di Kepulauan Solomon yang sudah hilang terendam air laut. Enam pulau lainnya juga mengalami kenaikan garis pantai pada 2016.

Penelitian ini dilakukan dengan melihat citra satelit dari 1947 hingga 2014.

2. Tuvalu
Tuvalu terletak di antara Hawaii dan Australia. Tuvalu adalah rumah bagi 11.792 orang, yang sebagian besar tinggal di pulau terbesar, Fongafale. Total luas lahan negara itu kurang dari 26 km persegi.

Pada 2019, pemerintah Tuvalu mengungkapkan bahwa dua pulau di negaranya berada di ambang kehancuran akibat kenaikan air laut dan erosi pantai.

Sebagian besar pulau terletak hampir tiga meter di atas permukaan laut, dikutip The Guardian.

3. Vanuatu
Dalam Sidang Majelis Umum (SMU) PBB tahun ini, Vanuatu mendesak PBB serius menangani perubahan iklim demi melindungi warga negara kepulauan di Pasifik itu dari ancaman kenaikan air laut akibat pemanasan global.

"Bagi kami dan negara pulau kecil serta berkembang lainya ancaman global terbesar kami yang utama adalah perubahan iklim, pengelolaan lautan kami, dan tentu saja pandemi Covid-19," kata Loughman dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB Ke-76 pada Minggu (26/9).

Kepulauan Vanuatu menjadi rumah bagi hampir 250 ribu penduduk. Vanuatu menjadi satu di antara banyak negara kepulauan di Pasifik dan kawasan lainnya yang juga terancam "tenggelam" jika perubahan iklim tidak bisa dihentikan.

4. Maldives
Maldives, negara yang kerap menjadi destinasi wisata pasangan muda dunia juga terancam tenggelam.
Menteri Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Teknologi Maldives, Aminath Shauna, mengatakan bahwa 80 persen kepulauannya berada kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Tak hanya itu, lebih dari 90 persen pulau dilaporkan mengalami banjir setiap tahunnya.

"90 tujuh persen (pulau) melaporkan erosi garis pantai, dan 64 persen pulau mengalami erosi parah. 50 persen dari semua struktur perumahan kami hanya berjarak 100 meter dari garis pantai. Jadi kebanyakan benar-benar tidak bisa menahan banjir rob, apalagi tsunami. Sungguh, semuanya dipertaruhkan," tuturnya dalam wawancara yang dipublikasikan Badan Keuangan Internasional (IMF).

5. Kiribati
Pada 2014, Kiribati, gugusan pulau di Pasifik Selatan, membeli hampir 20 kilometer persegi lahan dari pulau Fiji, tetangganya.

Dilansir The Guardian, ini merupakan pembelian lahan pulau pertama di dunia yang ditujukan untuk menangani pengungsi akibat krisis iklim.

Melansir laman resmi PBB, Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa Kiribati berisiko tenggelam pada akhir abad ini.

6. Fiji
Sejak 1993, Fiji mencatat kenaikan permukaan laut sebesar enam milimeter per tahun, lebih besar dari rata-rata global.

Kenaikan permukaan laut yang cepat dan intrusi air asin membuat sebagian wilayah negara kepulauan di Pasifik itu tidak dapat dihuni, dikutip COP23.

Fiji terdiri lebih dari 300 pulau dan atol, sekitar sepertiganya berpenghuni. Ia juga merupakan rumah bagi satu juta orang di 2017.

7. Palau
Palau menjadi salah satu negara yang turut terancam hilang dari muka bumi akibat pemanasan global. Palau berukuran sekitar setengah dari luas negara Singapura.

Palau juga berbagi batas laut dengan Filipina, Indonesia, dan Negara Federasi Mikronesia.

Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memperkirakan bahwa permukaan laut akan naik secara global di angka 26 sentimeter sampai 82 sentimeter pada akhir abad ke-21. Namun, kenaikan ini terjadi tiga kali lipat dari rata-rata tahunan global di wilayah barat Samudra Pasifik, salah satunya Palau.

Tak hanya itu, 25 persen daratan Palau berada kurang dari sepuluh meter di atas permukaan laut, dikutip Channel News Asia.

Mengutip penelitian Pacific Islands Regional Climate Assessment (PIRCA), Kepala Kantor Perubahan Iklim Palau Xavier Matsutaro, mengatakan negara kepulauan itu dapat menghadapi kenaikan permukaan laut dari 42 cm hingga 195 cm pada 2100.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210929202248-113-701262/7-negara-pulau-terancam-hilang-karena-perubahan-iklim

No comments:

Post a Comment

What is Solar Power?

  Apa itu sel surya, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang tenaga surya - dan pelajari bagaimana sumb...