Thursday, September 30, 2021

Asia Tenggara Berpeluang Meningkatkan Energi Terbarukan

Ilustrasi energi terbarukan. ( Foto: solarquotes.com.au )



Chief Executive Officer (CEO) AC Energy, John Eric Francia mengatakan bahwa Asia Tenggara sedang mengalami transisi energi dan berpeluang meningkatkan energi terbarukan di kawasan ini.

“Kami jelas sangat optimistis terhadap energi terbarukan di Asia Tenggara. Perusahaan telah melihat momentum besar sejak mengalihkan fokusnya ke sumber energi yang lebih bersih pada 2016,” ujar Francia, yang dikutip CNBC, pada Selasa (28/9).

Dia menambahkan, AC Energy telah memiliki kapasitas energi terbarukan 2.100 megawatt (MW), dan bertujuan meningkatkannya menjadi 5.000 MW pada 2025. Perusahaan yang juga beroperasi di Filipina, Vietnam, Indonesia, India dan Australia ini mengatakan bahwa sekitar 80% dari kapasitasnya berasal dari sumber energi terbarukan.

Di samping itu, Francia mengaku jika transisi akan dilakukan bertahap mengingat peristiwa baru-baru ini yang telah menunjukkan peluang dalam energi terbarukan.

“Dengan segala yang terjadi – seperti volatilitas di pasar global dengan bahan bakar fosil dan sebagainya, dan lonjakan permintaan yang mengejutkan di berbagai pasar di tengah pandemi, saya pikir kita memiliki peluang besar untuk benar-benar meningkatkan energi terbarukan,” kata dia pada Selasa.

Di sisi lain, Eropa sedang menghadapi krisis energi karena harga-harga meroket akibat kekurangan gas. Produksi tenaga angin yang rendah juga membuat beberapa negara kesulitan memenuhi kebutuhan energi mereka.

Alhasil, Inggris kembali mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara tua guna menghasilkan lebih banyak listrik. Para ahli pun mengatakan ambisi hijau Uni Eropa dapat terpukul oleh melonjaknya harga gas.

Tetapi Francia dari AC Energy menyatakan bahwa energi terbarukan yang digabungkan dengan teknologi penyimpanan baterai dapat memecahkan permasalahan ini di tahun-tahun mendatang. Ia menyebutnya sebagai peluang besar.

Menurut Francia, elemen penting dan pendukungnya adalah penyimpanan baterai, mengingat sifat sumber energi yang terputus-putus dan terbarukan, seperti angin atau matahari.

“Dengan bantuan dari sektor kendaraan listrik, penyimpanan baterai menjadi semakin terukur dan kompetitif. Untuk saat ini, negara-negara harus merencanakan transisi ke energi bersih dan menggunakan bahan bakar lain untuk melengkapi energi terbarukan,” ujar Francia, seraya meambahkan bahwa perkiraan menggunakan baterai baru akan siap dalam waktu tiga hingga lima tahun.

Sumber: https://investor.id/international/265330/asia-tenggara-berpeluang-meningkatkan-energi-terbarukan

No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...