Tuesday, September 28, 2021

Mahasiswa ITS Kembangkan Pembasmi Hama Ramah Tanaman

 

Pembasmi hama ramah tanaman karya Mahasiswa ITS. Dok. ITS

JAKARTA - Kegagalan hasil panen padi akibat hama serangga menjadi salah satu momok yang kerap dihadapi para petani. Biasanya, para petani mengusir hama tersebut dengan menggunakan penyemprotan pestisida.

Namun, upaya itu ternyata berbahaya karena bisa menimbulkan berbagai efek. Mulai dari pencemaran lingkungan yang merusak unsur hara mikro dan makro tanah, serta penurunan kesuburan tanah. Lalu, juga bisa mengganggu kesehatan manusia khususnya petani.

Oleh karena itu, tim KKN Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi alat pembasmi hama yang lebih ramah untuk tanaman padi. Dengan alat ini, diharapkan produktivitas hasil panen menjadi meningkat.

"Kami membuat inovasi alat berteknologi ultrasonic wave dan light trap dengan prinsip pemanfaatan energy photovoltaic,” ujar Alief Muhammad, ketua tim, dikutip dari laman resmi ITS, Senin (27/9). 

Alief mengatakan, bahwa sebenarnya penggunaan light trap dalam membasmi hama ini telah diupayakan oleh beberapa petani. Sumber daya listrik dihubungkan ke rumah petani yang letaknya tidak terlalu jauh dari sawah.

Akan tetapi, sistem ini memiliki kelemahan karena terdapat lonjakan tagihan listrik. Hal ini tentu akan menyulitkan para petani karena tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Namun, pada teknologi inovasi mahasiswa ITS ini menggunakan energi solar panel.

"Jadi, bisa membantu petani baik secara keuangan maupun kesehatan," tutur mahasiswa angkatan 2018 itu.

Kemudian, penggunaan gelombang ultrasonik ini akan menghasilkan frekuensi lebih dari 40 kHz, sehingga dapat menghambat komunikasi hama wereng dan menimbulkan reaksi gerak pasif. Dengan begitu, hama dapat lebih cepat mati.

"Sebab, alat dirancang akan bekerja saat matahari sudah tenggelam," imbuhnya.

Lalu, alat ini didesain dengan mengatur cahaya yang dihasilkan oleh light trap saat malam hari. Hal ini sebagai upaya untuk memikat serangga, agar jatuh ke box controller yang telah terdapat larutan detergen di dalamnya.

Lampu yang dipasang pada rangka alat juga telah diatur lebih tinggi dari tanaman padi kurang lebih 1 meter. “Hal ini dilakukan sebab rata rata ketinggian terbang dari serangga berkisar sekitar 1 meter,” bebernya.

Sementara itu, alat inovasi buatan mahasiswa ITS ini telah digunakan oleh para petani di Desa Pepe, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dengan alat inovasi tersebut, tim KKN ITS ini berharap agar permasalahan akibat hama serangga dapat teratasi.

Kemudian, para petani pun tidak lagi ketergantungan terhadap penyemprotan pestisida. Jadi, mereka bisa beralih ke alat pembasmi berteknologi ultrasonic wave dan light trap ini. Sebab, penggunaan alat ini lebih menjamin kesehatan padi daripada pestisida.

"Dengan begitu, kualitas beras yang akan dihasilkan dari panen padi pun akan berkualitas dan meningkat sehingga bisa mensejahterakan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: https://www.validnews.id/kultura/mahasiswa-its-kembangkan-pembasmi-hama-ramah-tanaman

No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...