Saturday, September 18, 2021

Membidik Masa Depan Investasi dengan Green Investment

 Membidik Masa Depan Investasi dengan Green Investment

“Right here, right now is where we draw the line. The world is waking up. And change is coming whether you like it or not.”

Greta Thunberg pada Sidang Umum PBB, September 2019

Perubahan iklim terus terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari dan ini nggak hanya terjadi di negara tertentu. Hampir semua merasakan kerugian akibat eksploitasi sumber daya alam tanpa pertanggungjawaban yang seharusnya. Bencana alam seperti banjir, longsor, musim kemarau berkepanjangan, hingga badai bukan lagi fenomena yang asing di telinga. Di tengah-tengah upaya pemerintah di berbagai negara untuk meminimalisir dampak buruk kerusakan alam, green investment jadi salah satu alternatif usaha mengatasi dampak buruk dari perubahan iklim yang ekstrim.

Sayangnya, green investment bukan topik yang dirasa menarik bagi sebagian orang. Padahal, manfaat dari green investment cukup signifikan dan akan dinikmati oleh generasi selanjutnya. Agar tidak salah kaprah, apa sih sebenarnya green investment itu?

Green Investment, Tanam Kebaikan untuk Masa Depan

green investment

Secara umum, green investment mengacu pada investasi yang dilakukan pada perusahaan yang memenuhi satu atau beberapa kriteria di bawah ini:

  • Perusahaan yang memproduksi alat untuk mendapatkan sumber energi alternatif
  • Perusahaan yang secara khusus bergerak untuk konservasi sumber daya alam
  • Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan udara dan air bersih
  • Perusahaan yang bisnisnya dijalankan dengan kesadaran lingkungan atau bersifat sustainable.

Sehingga, sebenarnya green investment dapat dikategorikan sebagai jenis investasi yang bertanggung jawab secara sosial. Hanya saja, jangkauannya spesifik untuk pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lewat berbagai cara.

Meski begitu, istilah pada kata ‘green’ masih cenderung abu-abu karena perbedaan persepsi atas apa yang dianggap ramah lingkungan dan apa yang tidak. Ada yang berpendapat kalau perusahaan dengan program corporate social responsibility (CSR) terhadap lingkungan yang bagus belum tentu praktik bisnisnya layak dikatakan ‘green’. Sehingga, melakukan green investment adalah salah satu aktivitas yang membutuhkan riset lebih mendalam.

Baca juga: Hampir Rampung, SWF Indonesia Tinggal Finalisasi

Mekanisme Green Investment

mekanisme green investment

Green investment bukanlah langkah baru di dunia investasi global. Beberapa perusahaan multi-nasional seperti Apple dan Starbucks sudah pernah merilis obligasi hijau sebagai salah satu komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan.

Investasi hijau seperti ini pun sudah umum hadir di berbagai bursa efek negara lain dalam bentuk sekuritas, obligasi hijau, dan reksa dana. Sehingga, investor baik dalam bentuk perseorangan ataupun perusahaan dapat membeli saham dari emiten yang bersifat berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, negara berkembang masih berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi hijau dalam proses pembangunannya. Karena itu, Asian Development Bank menuturkan bahwa investasi hijau seharusnya berusaha mendorong meningkatnya usaha untuk menciptakan energi keberlanjutan, perlindungan terhadap lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang telah terjadi.

Prospek Green Investment di Indonesia

hutan kalimantan

Sumber foto

Indonesia sendiri mengenal green investing melalui indeks saham Sri-Kehati dari Yayasan Keanekaragaman Indonesia (Kehati) dan Green Sukuk yang diluncurkan oleh Pemerintah pertama kali di tahun 2019. Pada indeks saham tersebut, emiten di bursa efek melalui evaluasi secara berkala terkait keseluruhan proses bisnisnya. Nggak hanya perusahaan yang secara khusus bergerak di bidang lingkungan, tapi perusahaan yang pada proses bisnisnya mempraktikkan kegiatan yang berkelanjutan pun dipertimbangkan untuk masuk ke dalam indeks ini.

Lebih dari dua tahun berjalan, green investment di Indonesia mendapat dukungan lanjutan lewat program investasi hijau yang dicanangkan pemerintah. Tepatnya pada awal 2020 silam, investasi hijau di Papua dan Papua Barat diresmikan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, seperti yang dilansir melalui Kontan. Langkah awal dari investasi hijau di tanah Papua ini akan menyasar pembangunan proyek ekowisata.

Selain itu, Indonesia kemudian mencanangkan program nasional green investment di bawah naungan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Rencana bertajuk Program Pertumbuhan Hijau tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan investasi hijau yang kondusif. Dengan misi seperti meningkatkan modal, kepercayaan investor, dan membuat model bisnis berkelanjutan yang belum pernah dieksplor sebelumnya.

Mengutip dari laman resminya, program ini akan memprioritaskan tiga sektor yakni sektor energi berkelanjutan, bentang alam berkelanjutan, dan infrastruktur berkelanjutan dalam Zona Ekonomi Khusus. Pemerintah sendiri telah membuat blueprint proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dengan total 21 proyek aktif di tiga sektor yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara.

Secara keseluruhan, langkah Indonesia dalam membangun ekosistem investasi hijau yang kondusif merupakan bagian dari rencana pengurangan emisi karbon nasional sebesar 41% di tahun 2030. Untuk memperlancar rencana tersebut, Indonesia juga telah membangun kerjasama dengan berbagai pihak seperti negara lain, angel investor, dan perusahaan investasi lain. Sayangnya, investor ritel belum bisa terlibat jauh dalam rencana nasional ini. Sehingga yang dapat dilakukan adalah mendukung lewat penanaman modal terhadap beberapa perusahaan yang masuk ke dalam indeks saham Sri-Kehati.

Kalau Sobat Panda sendiri, apakah sudah mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang model bisnisnya berkelanjutan dan ramah lingkungan?

sumber: https://learn.expandana.id/articles/membidik-masa-depan-investasi-dengan-green-investment

No comments:

Post a Comment

What is Solar Power?

  Apa itu sel surya, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang tenaga surya - dan pelajari bagaimana sumb...