Monday, September 20, 2021

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar se-Asia Tenggara Berdiri di Jabar, Emil: RI Jadi Terdepan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). 



Jawa Barat kian memantapkan langkah menjadi provinsi terdepan dalam penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan. Setelah menginstruksikan pemakaian mobil bertenaga listrik untuk kendaraan dinas, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar pun mendukung penuh pendirian industri baterai untuk mobil listrik di wilayahnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mendampingi Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021).

"Industri baterai listrik untuk mobil listrik atau electric vehicle (EV) terbesar se-Asean, ground breaking di Karawang, Jawa Barat. Dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi. Investasi senilai Rp 15 triliun ini datang dari teknologi LG Electric dan Hyundai Motors Indonesia," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui akun instagramnya.

Ia mengatakan Jawa Barat akan menjadi lokasi kelahiran mobil listrik sekaligus baterainya di Indonesia. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi Jawa Barat sekaligus semangat provinsi ini untuk memantapkan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan ramah lingkungan.

"Maret 2022, mobil listrik pertama secara masal akan dihadirkan dari pabrik di Karawang, dan 2023 baterai listrik pertama secara masal akan hadir pula dari Karawang. Ini menjadikan Indonesia negara terdepan dalam transformasi industri kendaraan ramah lingkungan di dunia," kata Kang Emil.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Instagram Ridwan Kamil)



Jawa Barat, tuturnya, berkomitmen menjadi wilayah terdepan dalam energi terbarukan, dimulai tangga pertamanya dengan menghadirkan industri mobil listrik dan baterai listrik berkelas dunia.

"Kemudian energi panel surya terbesar se-Asean juga akan dipasang di danau-danau di Jawa Barat, kerjasama dengan Masdar dari UEA. Lelang investasi pengelolaan sampah kota menjadi energi listrik untuk aglomerasi Bandung Raya juga sedang berlangsung. Tahun depan bisa segera dibangun," ujar Kang Emil.

Ia mengatakan transisi energi ke energi terbarukan menjadi sebuah keniscayaan demi menghadirkan masa depan yang baik untuk generasi mendatang, yakni lingkungan hidup yang lebih baik.

"Mari mewariskan masa depan yang lebih baik dan lebih hijau, bukan mewariskan masa depan yang lebih buruk," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021).

Turut hadir Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Menurut Presiden Joko Widodo HKML Battery merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Nilai investasinya mencapai USD 1,1 miliar atau setara Rp 15 triliun (mengacu kurs Rp14.240 per USD).

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD 1,1 miliar," kata Jokowi.

Presiden mengatakan, pembangunan pabrik ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri mengingat era kejayaan komoditas barang mentah seperti nikel sudah tidak sementereng dahulu.

"Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi. Masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," kata Jokowi.

HKML Battery mengubah nikel mentah menjadi barang jadi dengan nilai tambah berlipat.  Perlu dicatat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

"Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Jika jadi mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat," kata Jokowi.

Presiden menyebut dengan hilirisasi industri lewat pengembangan industri baterai bisa meningkatkan investasi karena akan ada banyak industri turunan, seperti perusahaan motor listrik hingga mobil listrik.

"Selain itu pengembangan industri baterai akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti investasi motor listrik, bus listrik dan industri mobil listrik," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Dok. Humas Pemprov Jabar)


Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, HKML Battery merupakan realisasi instruksi Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri.

Ia optimistis  Indonesia mampu memproduksi mobil listrik secara mandiri.

"2022 bulan Mei paling lambat insyaallah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, ini istilah Pak Menko (Luhut) itu patenkan barang itu. Tapi insyaallah kita produksi," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi pabrik baterai listrik yang sebesar Rp 15 triliun ini akan dibelanjakan dalam kurun waktu dua tahun. Pabrik baterai listrik ini akan menjadi yang tercanggih di Asia Tenggara.

Pembangunan pabrik HKML Battery juga menandakan kepercayaan investor kepada Jawa Barat masih tinggi meski pandemi COVID-19 masih membayangi.

"Suatu hari mobil warga Jawa Barat mobil listrik semua. Mobil enggak pakai bensin, pabriknya adanya di Jawa Barat, dan menandakan investor percaya diri. COVID-19 juga sudah turun," jelas pria yang kerap disapa Kang Emil

Pabrik baterai kendaraan listrik akan berdampak pada perekonomian lokal karena membuka banyak lapangan pekerjaan.

"Untuk regional puluhan ribu lapangan pekerjaan akan hadir," harapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Dok. Humas Pemprov Jabar)


Jabar bersama University of Nottingham Kembangkan Kendaraan Listrik

Pemda Provinsi Jawa Barat bersama University of Nottingham UK menandatangani Letter of Intent (LoI) kerja sama penurunan emisi di bidang transportasi lewat konversi ke kendaraan listrik dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil penggunaan kendaraan listrik di Jabar masih tahap awal dan perlu pasokan listrik dari jenis energi baru terbarukan. Ini bagian dari mitigasi Jabar bahaya gas efek rumah kaca.

Jabar telah memiliki Perda Nomor 2 tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah yang menargetkan penggunaan kendaraan listrik 500 ribu unit dan bauran EBT 20,1 persen pada 2025.

"Kami sangat menyambut sumber daya dan pengetahuan dari University of Nottingham untuk membantu Jawa Barat. Bagaimana kita bisa berkolaborasi dan membawa model masyarakat yang fokus pada green economy," ujar Ridwan Kamil dalam acara penandatanganan LoI secara virtual di Swiss Bellhotel, Tangerang, Rabu (15/9/2021).

Dalam LoI kerja sama mencakup pengembangan model usaha stasiun pengisian kendaraan listrik, implementasi kendaraan listrik dan pemanfaatan energi terbarukan.

Kemudian, peningkatan kapasitas aparatur negara sebagai bagian upaya Pemda Provinsi Jabar menurunkan emisi gas rumah kaca.

Ridwan Kamil berharap kerja sama dengan University of Nottingham dapat  membantu pengembangan green economy di Jawa Barat.

Pemda Provinsi Jabar berkomitmen membuat kebijakan yang bisa mempermudah penelitian di bidang lingkungan hidup.

"Jadi kami berharap setelah penandatanganan ini kami ingin melihat kemajuan penelitian," ucap pria yang kerap disapa Kang Emil.

Sejalan dengan LoI, Ridwan Kamil bersama Presiden RI Joko Widodo pada hari yang sama meletakkan batu pertama proyek pembangunan pabrik baterai listrik di Kabupaten Karawang.

Ini adalah pabrik baterai listrik terbesar di Asia dengan nilai investasi USD 1,1 miliar yang dapat mendukung pengembangan kendaraan listrik.

"Banyak berita baik yang mau saya bagikan, pertama beberapa jam yang lalu, saya menemani Presiden Joko Widodo untuk memulai groundbreaking untuk USD 1,1 miliar untuk pabrik baterai listrik yang pertama dan terbesar di Asia," katanya.

"Ini akan dilakukan dua tahun jadi mudah-mudahan pada tahun 2023 Indonesia akan memproduksi baterai listrik sendiri untuk EV (electricity vehicle)," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Nottingham of University Professor Shearer West CBE menekankan sebagai sebuah universitas global menyambut baik kerja dengan Pemda Provinsi Jabar.

Hal ini adalah bagian upaya bersama menyelesaikan masalah terbesar dunia yakni perubahan iklim.

Dibekali riset berkelas dunia dari tiga kampusnya, Universitas Nottingham memiliki sumber daya riset yang dapat membantu Jabar mengembangkan infrastruktur kendaraan listriknya.

Awal tahun ini proyek Global Challenge Research Fund oleh Nottingham yang dikepalai oleh Dr Bagus Muljadi berkolaborasi dengan Jabar, telah membantu mendesain dan mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Selain itu juga membantu meningkatkan pengertian akan batasan dan target reduksi karbon melalui adopsi kendaraan listrik.

Pada bulan Agustus, Nottingham berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan menyusun rekomendasi kebijakan terkait regulasi keamanan berkendaraan listrik.

"Nottingham akan terus berkolaborasi dengan Jawa Barat dalam mengembangkan program pelatihan, dan _capacity building_ yang dapat mendukung reduksi emisi karbon di sektor transportasi," ucapnya.

Asisten Professor Universitas Nottingham Dr Bagus Muljadi mengatakan, kolaborasi antara Universitas Nottingham dan Pemda Prov Jabar adalah bentuk nyata diaspora akademik Indonesia di perguruan tinggi Inggris Raya dalam memfasilitasi transfer teknologi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

"Dalam upaya pemenuhan Net-Zero emission target, Indonesia dengan sumber tenaga panas bumi, mineral untuk baterai, dan lahan gambut yang melimpah memiliki peran dominan di dunia," ucapnya.

Minister Counsellor Hartyo Harkomoyo mengatakan penandatanganan kesepakatan ini merupakan bukti bahwa Indonesia dan Inggris terus bekerja sama dengan erat untuk memperkuat prioritas riset nasional dan SDM Indonesia.

Ia yakin kedua pihak akan melanjutkan kesepakatan ini untuk hasilkan kegiatan konkret sesuai target yang diharapkan.

kedua pihak juga akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait dan diaspora Indonesia, khususnya para ilmuwan.

KBRI London akan terus memfasilitasi Pemda Prov Jabar dan Universitas Nottingham dalam mengimplementasikan kesepakatan ini.

Menurut Hartyo, kolaborasi antara pemerintah dan akademik diharapkan mampu menurunkan emisi karbon pada bidang transportasi yang saat ini didominasi oleh energi fosil.

Sebagai informasi, bauran energi listrik Jawa Barat saat ini terdapat 34 persen energi baru terbarukan.

“Maka dari itu pembangunan infrastruktur yang dekat dengan masyarakat terutama generasi muda diharapkan mampu mendorong pola konsumsi energi ke arah yang lebih berkelanjutan," ujarnya. (*)

Sumber: https://jabar.tribunnews.com/2021/09/19/pabrik-baterai-kendaraan-listrik-terbesar-se-asia-tenggara-berdiri-di-jabar-emil-ri-jadi-terdepan

No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...