Sunday, September 12, 2021

Perubahan Iklim Sebabkan Hewan Berubah Bentuk

 

Perubahan Iklim Sebabkan Hewan Berubah Bentuk. Foto: iStock


Jakarta - Sebuah penelitian menemukan, saat Bumi makin panas, banyak makhluk hidup berdarah panas mengembangkan bentuk paruh, telinga, dan kaki menjadi lebih besar untuk memungkinkan mereka mengatur suhu tubuh mereka dengan lebih baik.
Penelitian itu menyebutkan, pelengkap seperti paruh burung dan telinga mamalia dapat digunakan untuk menghilangkan panas tubuh yang berlebihan, dengan ukuran yang cenderung lebih besar di iklim yang lebih hangat.

Para ahli yang dipimpin oleh peneliti dari Deakin University Australia meninjau penelitian sebelumnya tentang berbagai spesies yang berubah bentuk. Dari penelitian ini, besar kemungkinan perubahan iklim menjadi penyebabnya.

Dikutip dari Daily Mail, Minggu (12/9/2021) mereka menemukan bukti perubahan ukuran rata-rata bagian tubuh tertentu hewan hingga 10%. Angka ini diperkirakan akan terus tumbuh ketika suhu planet kita semakin menghangat.

"Sering kali ketika membahas perubahan iklim, orang-orang bertanya 'dapatkah manusia mengatasi ini?', atau 'teknologi apa yang dapat menyelesaikan ini?'," komentar penulis makalah dan ahli ekologi Sara Ryding dari Deakin University.

"Sudah saatnya kita menyadari bahwa hewan juga harus beradaptasi dengan perubahan ini. Tetapi ini terjadi dalam skala waktu yang jauh lebih pendek daripada yang akan terjadi melalui sebagian besar waktu evolusi. Perubahan iklim yang telah kita ciptakan memberikan banyak tekanan pada mereka. Beberapa spesies akan beradaptasi, sedangkan yang lain tidak," sambungnya.

Dalam studi mereka, Ryding dan rekannya meninjau studi tentang perubahan bentuk yang terlihat pada berbagai spesies, dari burung beo Australia, kelelawar China, hingga babi dan kelinci biasa. Mereka berupaya mencari bukti bahwa perubahan iklim mendorong perubahan tersebut.

Tim peneliti mencatat bahwa pergeseran terjadi di berbagai spesies dari wilayah geografis yang beragam, sehingga sulit untuk mengidentifikasi penyebab potensial umum di luar perubahan iklim.

Namun pada saat yang sama, sifat multifaset dan progresif dari dampak perubahan iklim juga mempersulit untuk menentukan hanya satu pemicu spesifik yang menyebabkan perubahan bentuk.

Burung berubah sangat signifikan

Contoh perubahan bentuk yang sangat kuat terlihat pada burung. Spesies burung beo Australia, misalnya, telah menunjukkan peningkatan rata-rata ukuran paruh sekitar 4-10% sejak 1871. Pertumbuhan ini berkorelasi positif dengan perubahan suhu rata-rata musim panas setiap tahun.

Selain itu, junco bermata gelap, sejenis burung pipit kecil yang ditemukan di Amerika Utara, memiliki ukuran paruh yang lebih besar terkait dengan suhu ekstrem jangka pendek di habitat mereka yang biasanya dingin.

"Peningkatan ukuran yang kami lihat sejauh ini cukup kecil, kurang dari 10%, sehingga perubahannya mungkin tidak segera terlihat," kata Ryding.

Namun, ditambahkan Ryding, perubahan menonjol seperti telinga yang melebar , diperkirakan akan meningkat. Bukan tidak mungkin di masa depan kita akan melihat hewan seperti karakter gajah dalam film kartun Dumbo secara langsung.

"Perubahan bentuk ini tak berarti hewan 'baik-baik saja' dalam menghadapi perubahan iklim. Ini hanya berarti mereka berevolusi untuk bertahan hidup. Namun kami pun tidak yakin apa konsekuensi ekologis lainnya dari perubahan ini," tutup Ryding.

Sumber : https://inet.detik.com/science/d-5720529/perubahan-iklim-sebabkan-hewan-berubah-bentuk

No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...