Thursday, September 23, 2021

Potensi Energi Terbarukan di Indonesia untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Salah satu energi terbarukan (Sumber gambar: walhisulsel.or.id)


Perubahan iklim merupakan masalah global serius. Jika dibiarkan, perubahan iklim dapat mengganggu kelangsungan makhluk hidup di muka Bumi. Dampak yang ditimbulkan tidak main-main. Melansir harianhaluan.com, dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim meliputi krisis sumberdaya alam, meningkatkan wabah penyakit, mengganggu kesehatan manusia, dan ancaman kelaparan.

Dilansir melalui harianhaluan.com, salah satu cara mengatasi perubahan iklim adalah dengan menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Penggunaan energi terbarukan tersebut, mengganti energi kotor yang selama ini digunakan, seperti batu bara dan bahan bakar fosil. Indonesia memiliki beberapa potensi energi terbarukan, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong mengatasi perubahan iklim. Dilansir melalui beberapa sumber, berikut potensi energi terbarukan di Indonesia:

Tenaga Surya atau Matahari

Energi surya atau matahari telah mulai dimanfaatkan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Jika dimanfaatkan dengan tepat, sumber energi surya berpotensi mampu memenuhi kebutuhan konsumsi energi harian dunia, paling tidak dalam skala rumah tangga.

Potensi energi surya pada suatu wilayah sangat bergantung pada posisi antara matahari dengan kedudukan wilayah tersebut. Indonesia yang berada dalam garis khatulistiwa, mempunyai potensi energi surya yang besar sepanjang tahunnya. Maka sangat disayangkan, jika hal tersebut tidak atau belum dimanfaatkan.

Pemanfaatan energi surya dapat dilakukan secara langsung dengan membiarkan objek pada radiasi matahari, atau menggunakan peralatan yang mencakup kolektor dan konsentrator surya (panel surya).

Tenaga Air

Energi air merupakan salah satu sumber energi penghasil listrik terbarukan, yang telah banyak dimanfaatkan untuk menggantikan energi batu bara. Tiap gerakan air menghasilkan energi alami yang sangat besar, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam skala rumah tangga.

Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air di Indonesia yaitu Waduk Cirata dan Waduk Saguling di Jawa Barat, PLTA Sulewana di Poso, PLTA Sigura-gura Samosir di Sumatera Utara, PLTA Musi di Bengkulu, PLTA Mrica di Banjarnegara, PLTA Asahan di Sumatera Utara, dan lain-lain.

Energi air bisa datang melalui aliran air dari sungai, atau gelombang berupa ombak di lautan. Manfaat energi terbarukan dari air ini berpotensi dapat menghasilkan tenaga terus menerus selama 24 jam setiap harinya. Sebab, siklus air terjadi sepanjang hari. Berbeda dengan energi tenaga matahari, yang siklusnya hanya terjadi di siang hari.

Tenaga Angin

Energi angin dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, menggunakan teknologi kincir angin. Energi mekanik yang dihasilkan oleh kincir angin dapat dimanfaatkan secara langsung atau dikonversi menjadi energi listrik.

Energi listrik dari angin sangat ramah lingkungan, sebab tidak menghasilkan emisi zat karbon seperti energi batu bara. Untuk mendapatkan energi yang stabil, penempatan turbin angin disarankan dilakukan pada daerah yang memiliki kecepatan angin yang relatif konstan, dengan arah angin yang tak berubah-ubah.

Panas Bumi

Energi panas bumi masih menuai polemik hingga saat ini. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) atau Gheotermal diklaim sebagai terbarukan yang ramah lingkungan oleh pemerintah. Pembangkit Listrik tenaga geothermal biasanya menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi.

Dilansir melalui tagar.id, organisasi non-profit Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan, betapa tidak ramahnya Gheotermal. Hal itu setelah membandingkannya dengan kasus di beberapa daerah ataupun di negara lainnya.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur, Rere mencontohkan pengoperasian pembangkit listrik geothermal di Selandia Baru berdampak dengan meningkat tajamnya kadar arsenik di beberapa sungainya. Kemudian, kejadian di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan munculnya semburan-semburan gas bercampur belerang di area persawahan dan perkampungan warga, sejak Gheotermal beroperasi.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/nasional/pr-101265924/potensi-energi-terbarukan-di-indonesia-untuk-mengatasi-perubahan-iklim?page=all


No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...