Wednesday, September 15, 2021

Sejumlah pengembang properti sambut positif Permen ESDM soal PLTS atap

 

ILUSTRASI. Pengembang properti yakin produk properti dengan paket panel surya akan makin diminati.


Sejumlah pengembang properti yang sudah mulai melengkapi produk propertinya dengan panel surya menyambut Permen ESDM  No 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap. 

Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Harun Hajadi  menilai kebijakan mengenai PLTS atap akan memberikan dampak yang baik.  "Karena dengan sosialisasi yang lebih besar, akhirnya faktor biaya akan mengecil dan akan menunjang kebijakan energi yang terbarukan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (14/9). 

Sebagai informasi, saat ini Ciputra Development telah mengembangkan produk propertinya dengan panel surya. Harun menyebutkan, pihaknya sudah mendesain rumah-rumah CTRA dengan opsi penggunaan solar panel. 

"Memang masih opsi. Dengan promosi dan sosialisai terus menerus , kami yakin opsi itu akan dipergunakan oleh pembeli dan pada akhirnya bukan opsi lagi," ujarnya optimistis.

Karena sifatnya opsi, pelanggan harus membayar biaya tambahan untuk pemasangan panel surya. Kata Harun,  gambaran biayanya tergantung ingin menyediakan listriknya sampai berapa watt.  

"Sebagai gambaran saja, untuk 2000 watt sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Jika ingin lebih besar ya tentu biayanya nambah," ujarnya. 

Selain CTRA, pengembang properti lain PT Paramount Land juga tengah mengembangkan rumah yang dilengkapi dengan panel surya. 

Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho  mengatakan, penggunaan PLTS atap saat ini memang semakin diminati masyarakat, karena selain berfungsi menekan produksi emisi karbon juga bisa menghemat tagihan listrik.

"Hingga saat ini sudah ada tiga produk ruko dan satu cluster yang dikembangkan oleh Paramount Land, yang dilengkapi dengan solar panel. Ke depan kami berencana menerapkan di beberapa produk lainnya," ujarnya. 

Ervan mengatakan, pertimbangan Paramount Land menggunakan panel surya adalah wujud partisipasi untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan dari sisi ekonomi dapat meringankan biaya operasional rumah tangga / bisnis / kantor terkait biaya listrik.

Namun, Ervan tidak menampik bahwa saat ini tantangan yang harus dihadapi adalah biaya yang masih mahal dalam pemasangan. Dia meyakini dengan perkembangan teknologi yang makin maju dan efisien serta dukungan kebijakan Pemerintah untuk mengembangkan energi baru/ terbarukan, beberapa tahun mendatang penggunaan PLTS atap akan lebih murah biayanya sehingga dapat digunakan secara massal oleh masyarakat maupun pengembang.

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/sejumlah-pengembang-properti-sambut-positif-permen-esdm-soal-plts-atap

No comments:

Post a Comment

What is ESG? | Environmental, Social, and Governance

  Investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) adalah filosofi investasi di mana standar tanggung jawab sosial dipertimbangkan ketik...